Islam memandang Sakit & Penyakit
Islam memandang Sakit & Penyakit
1. Sakit & penyakit sebagai akibat dari gaya dan gaya hidup
2. Sakit & penyakit sebagai musibah 3. Sakit & penyakit sebagai cobaan atau ujian
4. Sakit & penyakit sebagai peringatan dari Allah
5. Sakit & penyakit sebagai azab & hukuman Allah
6. Sakit & penyakit sebagai penebus dosa
7. Sakit & penyakit sebagai sarana peningkatan derajat kemuliaan
8. Sakit & penyakit sebagai bentuk kasih sayang Allah
Hikmah Sakit
1. Kesempatan istirahat bagi badan
2. Penyambung silaturahmi
3. Menjadi pelajaran berharga
4. Doa bagi orang sakit adalah mustajabah
5. Orang yang sakit dekat dengan Allah SWT
6. Menghapus dosa
Sehingga ketika manusia mengetahui bahwa sakit, musibah dan kesulitan yang dihadapinya merupakan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT, maka jiwa dan hatinya akan merasa tenang, mereka akan menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT. SWT.
Hubungan Iman dan Kesehatan Mental
Para ahli medis menegaskan bahwa kesehatan jasmani sangat dipengaruhi oleh kesehatan mental. Apabila jiwa seseorang terserang penyakit atau cacat, maka cacat tersebut akan memengaruhi kesehatan tubuhnya. Masalah ini sebagian besar disebabkan oleh tidak seimbangnya antara dimensi lahir dan batin. Lingkungan membuktikan bahwa orang yang senantiasa menjaga ketenangan di tengah hiruk pikuk kehidupan modern akan terhindar dari penyakit dan masalah medis.
Hubungan antara iman dan ketenangan batin dapat dianalisis dan dibuktikan secara medis. Keterkaitan keduanya terbentuk berkat otak manusia yang berfungsi sebagai pengatur dan pengendali seluruh metabolisme tubuh.
Di dalam otak manusia, bekerja dua jenis sistem saraf yang memengaruhi metabolisme tubuh, yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Sistem saraf ini mengendalikan tugas berbagai organ dan jaringan tubuh, seperti mengatur kekuatan dan kecepatan detak jantung, mengendalikan sistem pencernaan, distribusi darah ke seluruh tubuh, serta mengatur fungsi dan peran berbagai kelenjar (organ dalam tubuh yang bertugas mengeluarkan zat berupa enzim atau hormon), termasuk kelenjar keringat, urine, dan lainnya. Pusat kendali kedua saraf ini berada di bagian otak tengah yang disebut HIPOTHALAMUS dan terhubung dengan Kelenjar Pituari.
Meskipun ukurannya sangat kecil, tidak lebih dari setengah gram, kelenjar pituitari mengatur dan mengendalikan kelenjar endokrin yang mengatur berbagai fungsi tubuh, seperti kelenjar tiroid, kelenjar suprarenal, kelenjar testis, kelenjar ovarium, dan lainnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar